

Surat Al Jaatsiyah(45) ayat 20 :
Masih banyak hal di sekitar kita yang bisa kita jadi pelajaran, adanya binatang, adanya peristiwa alam seperti petir, ciptaan makhluk seperti bunglon yang sudah dibahas sebelumnya Allah yang lainnya.
Personal Blog


Buat temen2 Blogger yang rajin jalan2 dan Baca2 pasti sudah baca artikelnya adeq soal nyamuk. Buat adeq yang lagi gemes ama nyamuk, sabar ya... mudah2an tulisan ini bisa ngurangin gemesnya.
Durian wah jarang kali yang gak suka. Kalo saya, jangan tanya, kalo dah nemu durian bisa lupa berhenti. selain mengundang selera ternyata durian juga mempunyai manfaat yang lain, ini diantaranya :
Buat para blogger mania yang betah berjam-jam didepan komputer Janganlah melihat monitor dengan memicingkan mata, karena memicingkan mata akan menurunkan frekuensi mata berkedip hampir 50%. Dan ini menyebabkan mata kering yang dapat menimbulkan iritasi pada mata. info selengkapnya baca di forumqta
Ali imron ayat 185 (awal ayat)
Dari obrolan yang saya dengar beberapa hari yang lalu, dapat di ambil kesimpulan Bahwa kita tidak dapat memperpaiki perilaku kita ataupun perilaku orang orang lain tanpa mengubah paradigma (cara berfikir, cara pandang) diri kita atau orang yang bersangkutan. Langkah yang di tempuh untuk mengubah paradigma seserang bisa dilakukan dengan memberikan pemikiran-pemikiran yang positif, pemikiran-pemikiran untuk membangkitkan motivasi sesorang. Bisa kita rasakan setelah kita mendengarkan atau menghadiri suatu pembicaraan mengenai motivasi diri, maka langsung motivasi kita naik, seakan-akan kita terlahir kembali dengan motivasi penuh. Namun dengan berlalunya waktu motivasi itu akan kembali turun, menurun untuk kemudian hilang lagi.
Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator). Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya. Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series B), dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini.
Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika. 
Hidup mungkin memang begitu, berawal dari sebuah pencarian dan kembali lagi pada sebuah pencarian. Atau mungkin itu hanya terjadi dalam hidupku saja. Semuanya seperti lingkaran setan, berputar dari satu pencarian ke pencarian yang lain. Walau aku terkadang merasa lelah, namun aku merasa aku masih harus mencari dan terus mencari. Entah sampai kapan....Untuk saat ini aku tidak tau kapan aku akan berhenti.. yang pasti semuanya akan berhenti ketika napas terakhir sudah aku hembuskan.
Semua manusia terlahir hampir dalam keadaan sama. Kecuali lingkungan yang berbeda. Ada yang lahir dari lingkungan keluarga kaya, ada yang terlahir dari lingkungan keluarga miskin, lingkungan terpelajar, pemusik dan lain sebagainya. Kita yang terlahir dari pemusik pada waktu terlahir tidak juga langsung pandai bernyanyi, begitu juga kita yang terlahir yang terlahir dari seorang profesor tidak juga bisa langsung pintar matematika atau fisika.
Setelah kita tumbuh dari masing-masing kita ada yang kemudian jadi pemusik, ada yang jadi pengusaha, ada yang jadi guru, ada juga yang ngerasa gak jadi apa-apa. Ini semua takdir tentunya dari Allah. Tapi disini sekarang saya bukan mau membicarakan takdir tapi mau membicarakan proses. Karena disitulah kita bisa mengevaluasi kalau msalah takdir itu haknya Allah, gak bisa ditawar.
Seorang anak profesor tentunya tidak begitu saja, menjadi seorang ahli fisika atau ahli lainnya, begitu juga seorang anak artis tidak juga bisa begitu jadi jago beracting. Bahkan teryata banyak juga anak petani yang jadi orang sukses. Kenapa??
Pernahkan kita berfikir, Bahwa kita mampu melakukan apa yang kita mau selalu diawal dengan cara yang sama yaitu Belajar. Lalu pernahkan kita berfikir bahwa sesuatu yang tidak bisa kita lakukan saat ini, nantinya juga akan bisa kita lakukan dengan cara yang sama. Belajar. Rasanya saya tidak perlu mengadakan survei untuk meyakinkan bahwa semakin kita banyak belajar semakin juga banyak yang bisa kita lakukan., semakin banyak yang kita tau.
Tidak ada yang tidak mungkin dengan belajar (tidak dalam konteks takdir). Dan pernahkan kita berfikir semakin kita malas belajar, semakin banya kita ketinggalan. Marilah kita ingatkan diri kita untuk selalu belajar. Belajar bisa dengan bertanya, Belajar bisa dengan cara membaca, mendengar, melihat. Temukan metode terbaik untuk kita belajar. Mungkin berbeda untuk setiap orang.
Sukses, buat semuanya.
ANDA perlu berhati-hati jika sering sakit kepala, mata terasa panas dan kering, dan sakit punggung, saat berada di depan komputer. Bisa jadi, hal itu merupakan gejala computer vision syndrome (CVS). CVS adalah keluhan-keluhan atau gejala pada mata, kepala, dan tulang punggung yang disebabkan oleh efek penyinaran pada aktivitas komputer, televisi, playstation, videogame.
Menurut dr. Susanti N. Sirait, Sp.M., M.Kes., selain gejala-gejala tersebut, gejala lain yang sering muncul adalah penglihatan buram, sering merasa ngantuk, adanya sensitivitas karena silau, mata menjadi sangat berair, rasa tidak nyaman dengan komputer, sakit punggung, sakit leher, kekakuan pada otot-otot bahu atas dan lengan atas, serta kehilangan keseimbangan. "Itu karena pemakaian komputer empat sampai enam jam setiap harinya," tuturnya.
Bahkan, bila keadaan ekstrem, akan disertai rasa lesu pada keadaan umum, mual, dan kelelahan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan masuk dalam era komputerisasi, tak dapat dimungkiri bahwa semua itu juga menimbulkan dampak yang buruk. Contohnya saja CVS, yang merupakan istilah baru bagi masyarakat. "Gejala ini sudah lama ada, tapi banyak masyarakat yang tidak menyadari kalau itu merupakan gejala CVS. Kebanyakan, orang menganggap itu karena radiasi yang ditimbulkan oleh komputer. Padahal, tak ada kaitannya dengan radiasi, tapi karena resolusi (tingkat ketajaman gambar-red.)," ucapnya.
Menurut Susanti, banyak orang merasa kondisi-kondisi tersebut merupakan gejala minus atau plus pada mata. Padahal, hal itu merupakan kelelahan pada mata yang diakibatkan menurunnya daya akomodasi pada mata.
Sudut pandangan ke komputer yang tidak pas, bagian atas layar komputer yang tidak sejajar dengan mata, tidak sesuainya tingkat terang gelap layar, dan biasanya ada pantulan yang menyilaukan dari sumber cahaya lain, merupakan hal lain yang juga mengontribusi adanya CVS.
Tak hanya itu, menurut Susanti, lingkungan kerja juga dapat memicu gejala CVS. Misalnya, posisi layar komputer yang terlalu tinggi, kursi kerja yang tidak ergonomis (desain suatu produk yang disesuaikan dengan ortopedi tubuh), bisa memunculkan gejala CVS.
Kebiasaan yang sering dilakukan oleh pengguna komputer adalah jika layar komputer terlalu tinggi, subjek harus mendongakkan kepala, guna mendapatkan sudut pandang yang nyaman. Sebaliknya, jika layar komputer terlalu rendah, mengharuskan kepala dan leher lebih fleksibel. Hal ini menyebabkan sakit kepala dan punggung, juga menyebabkan problem pada pergelangan tangan. "Letak layar komputer yang baik adalah 10 derajat di bawah sudut pandang mata," ujarnya.
Menurut Susanti, apabila pekerjaan mengharuskan untuk selalu berinteraksi dengan komputer setiap harinya, dapat dilakukan terapi ringan. Misalnya, dengan membebaskan mata untuk melihat sesuatu yang jauh. Bisa juga melihat benda yang berwarna hijau (tanaman). "Istirahatkan mata dengan memejamkan mata sambil rileks kurang lebih 5 menit setiap 1 jam sekali, saat berinteraksi dengan komputer," tuturnya
Terapi lain, minum air putih yang banyak. Hal itu untuk membantu tubuh agar tidak kekurangan cairan, sehingga ada cukup persediaan air yang memudahkan tubuh menghasilkan air mata, dan menjaga agar mata tidak kering. (Wilujeng Kharisma)***
Saat ku tatap langit
Khayalku terbang tinggi hendak menembusnya
Walau ku terjatuh lemah tak kuasa
Tak juga khayalku tunduk menyerah
Saat malam datang membawa bintang
Khayalku terbang tinggi hendak merengkuhnya
Walau ku tau itu tak mungkin
Hatiku tak juga berhenti tuk bermimpi
Kini malam tlah berganti pagi
Ku terbangun dengan mimpi yang sama
Mimpi yang slalu erat ku genggam
Dunia....Aku akan menundukanmu!!
Malam ini....Langit nampak hitam tanpa bintang
Namun tak bosan aku memandanginya
Karena disitulah aku melihat lukisan mimpi-mimpiku
Karena disitulah aku melihat keangkuhanku
Keangkuhan yang akhirnya menyerah tak berdaya
Menyerah pada kuasaMu....pada takdirMu
Menyerah pada ketidakberdayaanku
Ribuan kata setiap hari kita keluarkan dari mulut kita. Puluhan atau mungkin ratusan pemikiran yang keluar dari otak kita. Namun pernahkan kita bertanya kepada diri kita sendiri, mengertikah kita dengan perkataan kita sendiri, Mengertikah kita dengan pemikiran-pemikiran kita sendiri, atau sudahkan apa yang kita kerjakan sejalan dengan apa yang kita katakan dan kita pahami.’Bismillah’ sebuah kalimat pendek dengan makna mendalam, namun bisa juga seperti tidak bermakna apa-apa ketika kalimat itu dengan refleks keluar begitu saja ketika kita akan melakukan sebuah pekerjaan. Mau bepergian misalnya atau mau makan. Berawal dari sebuah pemahaman yang tertanam dalam qulub akan memberikan makna terhadap apa yang kita ucapkan dan kita kerjakan. Sebuah pemahaman yang berlandaskan kepada ilmu.
`Bismillah` dengan nama Allah, Suatu pekerjaan di awali dengan `bismillah` artinya kita lakukan perkerjaan tadi dengan nama Allah atau dengan kata lain Atas Nama Allah atau dengan kata lain Karena Allah lah kita lakukan pekerjaan tersebut. Pertanyaannya adalah sudah sejalankah perbuatan dengan ucapan kita. Ketika kita mengucapkan `Bismillah` untuk mengawali pekerjaan apakah yang kita kerjakan juga telah sesuai dengan keinginan Allah, sudah sesuaikah dengan aturan Allah. Pantaskah kita bepergian dengan menyebut `bismillah` artinya kita pergi karena Allah tetapi pada prakteknya kita pergi keluar rumah bukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang diperintahkan Oleh Allah. Ironis sekali kita pergi berharap mendapat keridhoan dari Allah. Tapi apa yang kita kerjakan bukanlah sesuatu yang diperintahkan Allah, lebih ironis lagi kalau ada hal yang kita kerjakan dalam bepergian sesuatu yang sama sekali tidak di ridhoi Allah. Sesuatu yang tidak disukai Allah. Dan kalau mau jujur seringnya kita keluar rumah karena keinginan kita, bukan karena memang diperintahkan Allah atau untuk menjalankan perintah Allah. Contoh lain ketika kita akam makan kita juga ucapkan `Bismillah` pertayaan yang sama, apakah kita makan kerena perintah Allah atau kita makan karena perut laper, apakah yang kita makan diridhoi Allah, sudahkan uang yang dipergunakan untuk membeli makanan didapat dari yang diridhoi Allah. Atau jangan-jangan kita tidak pernah terpikirkan bagaimana konsep makan dalam pandangan Allah. Ini baru sample kecil untuk mengukur sejauh mana apa yang kita kerjakan ini dengan suatu kepahaman. Tentulah jangan pernah bosan Belajar, sebagaimana Allah juga tidak pernah bosan mengulang Kalam `bismillah` dalam setiap awal surat. Sebagaimana Allah tidak pernah bosan mengajarkan, mengingatkan Hambanya. Luruskan pemahaman kita dengan mendasari semua yang kita kerjakan dengan Ilmu. Semoga apa yang kita kerjakan kedepan lebih baik lagi dan semakin baik lagi.
Hujan yang turun sejak sore tadi
Tak mampu mengusir panas dikamarku
Tubuh yang belum terbiasa dengan udara makasar
Memaksa mataku untuk terus terjaga
Mengantar Hatiku mengembara memutar waktu
Dan kini aku mengingatmu
Aku merindukanmu......
Merindukan masa-masa dulu kita bersama
Berbagi cerita...suka dan duka
Taukah kau.....kesedihaku bila mengingatmu
Apakah kau rasakan juga kerinduan yang sama
Kerinduan yang selalu memojokanku pada akhirya
Yang melemahkanku dalam perjalanan ini
Karena kesabaran yang semakin menipis
Tersapu oleh suaramu.....tawamu....
Sahabat....akankah kita bertemu lagi
Akankah kita bersama lagi
Menyerukan Islam...Meninggikan kalam Allah